Cerita Fiksi: Mengurus KKPR
Raka:
“Nad, kamu lagi ngurus berkas apa tuh? Tebalnya kayak skripsi.”
Nadia:
“Haha, iya. Ini lagi bantu klien perusahaan buat ngurus KKPR, tahu kan? Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang.”
Raka:
“Ohh, yang dulu namanya rekomendasi tata ruang ya?”
Nadia:
“Mirip, tapi sekarang sistemnya lebih terintegrasi. KKPR ini wajib kalau kita mau bangun atau melakukan suatu kegiatan yang butuh izin, supaya pemanfaatan ruangnya sesuai sama rencana tata ruang daerah.”
Raka:
“Berarti kayak cek apakah lokasi itu boleh dipakai untuk industri, perumahan, atau komersial gitu ya?”
Nadia:
“Betul. Misalnya tanahnya ternyata masuk zona hijau atau kawasan lindung, ya nggak bisa dipakai buat bangun pabrik. KKPR ini jadi filter awal sebelum izin lain diproses.”
Raka:
“Cara ngurusnya ribet nggak?”
Nadia:
“Sebenernya sekarang lebih gampang karena lewat OSS. Tinggal masukin koordinat lokasi, jenis kegiatan, nanti sistem ngecek apakah sesuai RTR. Tapi tetap aja, kalau ada data yang nggak lengkap atau zonasinya abu-abu, bisa lama.”
Raka:
“Oh pantesan kamu pusing dari tadi. Banyak analisis teknisnya ya?”
Nadia:
“Bukan cuma teknis, tapi juga harus pastiin dokumennya sinkron. Klien suka asal kasih data. Jadinya kita yang repot.”
Raka:
“Haha sabar, Nad. Tapi keren sih. KKPR ini penting banget buat cegah pembangunan yang asal-asalan.”
Nadia:
“Exactly! Biar ruang terbuka hijau tetap ada, kawasan pemukiman nggak ketiban pabrik tiba-tiba, dan pembangunan lebih tertata.”
Raka:
“Semangat, Nad. Nanti kalau selesai kita ngopi.”
Nadia:
“Deal! Asal kamu bayarin.”

Komentar
Posting Komentar