Postingan

Cerita Fiksi: Mengurus KKPR

Gambar
  Raka: “Nad, kamu lagi ngurus berkas apa tuh? Tebalnya kayak skripsi.” Nadia: “Haha, iya. Ini lagi bantu klien perusahaan buat ngurus KKPR , tahu kan? Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang.” Raka: “Ohh, yang dulu namanya rekomendasi tata ruang ya?” Nadia: “Mirip, tapi sekarang sistemnya lebih terintegrasi. KKPR ini wajib kalau kita mau bangun atau melakukan suatu kegiatan yang butuh izin, supaya pemanfaatan ruangnya sesuai sama rencana tata ruang daerah.” Raka: “Berarti kayak cek apakah lokasi itu boleh dipakai untuk industri, perumahan, atau komersial gitu ya?” Nadia: “Betul. Misalnya tanahnya ternyata masuk zona hijau atau kawasan lindung, ya nggak bisa dipakai buat bangun pabrik. KKPR ini jadi filter awal sebelum izin lain diproses.” Raka: “Cara ngurusnya ribet nggak?” Nadia: “Sebenernya sekarang lebih gampang karena lewat OSS. Tinggal masukin koordinat lokasi, jenis kegiatan, nanti sistem ngecek apakah sesuai RTR. Tapi tetap aja, kalau ada data yang nggak lengka...

Cerita Fiksi : Percakapan 2 Orang Teman Terkait KP2B, LP2B dan LCP2B

Gambar
Rina: Eh, tadi aku baca artikel tentang KP2B, LP2B, sama LCP2B. Kamu pernah denger istilah-istilah itu? Dani: Hmm… kayaknya pernah lewat di berita, tapi aku nggak terlalu ngerti. Itu soal lahan pertanian ya? Rina: Iya, betul. Jadi gini, KP2B itu Kawasan Perlindungan Pertanian Berkelanjutan. Anggap aja kayak wilayah besar yang pemerintah tandai sebagai area yang harus dipertahankan untuk pertanian. Dani: Ooh jadi kayak zona khusus pertanian gitu? Rina: Nah, tepat! Terus di dalam KP2B itu ada yang lebih spesifik namanya LP2B—Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Ini biasanya sawah-sawah yang udah ditetapkan resmi dan nggak boleh dialihfungsikan sama sekali. Dani: Jadi kalau LP2B itu udah pasti nggak boleh jadi perumahan atau pabrik? Rina: Iya, karena itu inti perlindungan lahannya. Lalu ada juga LCP2B, atau Cadangan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Ini semacam lahan cadangan kalau misalnya ada LP2B yang terpaksa hilang karena pembangunan penting. Dani: Waaah jadi kay...

Kota yang Bangkit dari Banjir

Gambar
Di sebuah kota bernama Sentosa Raya, banjir sudah menjadi pemandangan yang biasa setiap musim hujan tiba. Setiap kali awan gelap menutup langit, warga langsung bersiap-siap memindahkan barang-barang ke tempat tinggi. Air yang datang dari hujan deras tak butuh waktu lama untuk meluap ke jalan dan masuk ke rumah-rumah. Di beberapa kawasan, air bahkan bisa setinggi lutut orang dewasa. Warga sudah terbiasa, tapi di hati kecil mereka, semua berharap keadaan itu bisa berubah. Awalnya, banyak yang menyalahkan cuaca. Mereka berpikir hujan yang terlalu deras menjadi penyebab utama. Namun suatu hari, seorang mahasiswa lingkungan bernama Rafi yang tinggal di daerah itu mencoba mencari tahu lebih dalam. Ia melakukan penelitian kecil bersama teman-temannya dan menemukan fakta bahwa penyebab sebenarnya bukan hanya hujan, melainkan drainase kota yang tersumbat dan kawasan resapan air yang hilang akibat pembangunan. Banyak saluran air dipenuhi sampah, lumpur, dan bahkan ada yang sudah berubah menjadi...

Langkah di Kota yang Terencana

Gambar
Pagi itu, Arga melangkah keluar dari pintu apartemennya yang terletak di lantai tiga sebuah bangunan berkonsep mixed-use , tempat hunian, toko, dan kafe berdiri berdampingan dalam harmoni. Udara segar menyambutnya — bukan udara yang pekat oleh asap kendaraan, melainkan udara yang bersih berkat jalur hijau yang membentang di sepanjang jalan utama. Ia menapaki trotoar lebar yang teduh oleh pepohonan flamboyan. Di sebelahnya, jalur sepeda terbentang rapi, dipisahkan dari lajur kendaraan oleh taman kecil penuh bunga kuning dan ungu. Tak jauh dari situ, sebuah trem listrik melintas perlahan, nyaris tanpa suara, membawa penumpang ke arah pusat kota. Arga tersenyum. Setiap langkahnya terasa ringan. Di sudut jalan, ia berhenti sejenak untuk membeli kopi dari kios kecil yang menempel pada bangunan perpustakaan umum. Barista mengenalinya — “Seperti biasa, Pak Arga? Flat white tanpa gula?” Ia mengangguk. “Iya, terima kasih.” Sambil menunggu, ia memandang sekeliling. Anak-anak sekolah menyeber...

Cerita Fiksi: Rel-rel Impian di Metronesia

Gambar
Di suatu kota besar bernama Metronesia, perkembangan teknologi dan urbanisasi telah mendorong pemerintah kota membangun dua moda transportasi andalan: LRT dan MRT. Kota ini dulunya dikenal macet, pengap, dan penuh keluhan. Namun, segalanya mulai berubah sejak kereta-kereta meluncur melintasi langit dan bawah tanah kota. Pada suatu pagi yang cerah, seorang remaja bernama Awan berdiri di stasiun LRT Starlight yang berada di atas jalan raya. Ia menatap pemandangan kota dari ketinggian sambil mendengarkan musik melalui earphone-nya. LRT meluncur perlahan mendekat, tubuh kereta mengilap seperti logam cair di bawah cahaya matahari. Awan baru saja diterima magang di pusat inovasi kota, dan hari ini adalah hari pertamanya. Ia memilih naik LRT karena ingin melihat kota dari sudut pandang baru. Sementara itu, di bawah tanah kota, seorang wanita bernama Sekar menaiki MRT dari stasiun bawah tanah Harapan Raya. Ia seorang arsitek yang telah mengabdi lebih dari sepuluh tahun merancang bangunan ram...

Cerita Fiksi: Perdebatan Multitafsir Peraturan RTRW

Gambar
Di suatu siang yang lembap dan agak mendung di awal bulan September, ruang rapat lantai dua Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Santikarta terasa lebih panas dari biasanya. Bukan karena pendingin ruangan rusak, melainkan karena suasana yang menghangat. Dua orang rekan sejawat, Ardi dan Dimas, tengah terlibat dalam perdebatan yang tidak biasa. Keduanya adalah perencana ruang senior yang sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di bidang yang sama. Namun siang itu, mereka seperti berdiri di sisi yang berseberangan dari satu teks yang sama: Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Santikarta Tahun 2035. "Kalau kita bicara soal pasal itu, yang menyatakan kegiatan permukiman yang tidak mengubah fungsi utama kawasan perkebunan serta intensitas pemanfaatan ruang maksimal enam puluh persen , kita harus pahami bahwa pemukiman tetap dimungkinkan selama tidak menghilangkan fungsi perkebunannya. Jadi, menurutku, pemukiman bisa dibangun di situ selama tidak menutup seluru...

Cerita Fiksi: Menemukan Makna di Ruang Publik Kota

Gambar
Di sebuah kota bernama Laradina, yang tengah tumbuh menjadi pusat metropolitan di pesisir selatan, hiduplah seorang mahasiswa arsitektur lanskap bernama Galang. Ia sedang menyusun tugas akhir kuliahnya, dan dosennya baru saja memberikan penjelasan panjang lebar tentang bagaimana menilai kualitas ruang publik di koridor jalan. Sore itu, Galang memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri Jalan Tirtayasa, sebuah jalan utama yang menghubungkan kampus dengan kawasan permukiman tua dan pasar rakyat. Jalan ini dulunya ramai, tapi dalam beberapa tahun terakhir mulai ditinggalkan, kalah bersaing dengan pusat perbelanjaan modern dan jalan tol baru yang memotong akses utama kota. Galang membawa buku catatannya, kamera kecil, dan keingintahuan yang menyala. Ia ingin melihat apakah penjelasan dosennya benar-benar terasa di dunia nyata. Langkah pertamanya dimulai di ujung jalan yang dekat dengan terminal lama. Di sana, trotoar tampak kusam, dipenuhi tambalan aspal dan bekas genangan air. Ia berhenti ...